Berlibur ke Bandung? Jangan Lupa Berkunjung ke Tempat ini.

1. Tidur di antara pepohonan dan danau: Sapulidi Sawah Cafe, Resort & Gallery

Dikelilingi oleh lereng yang hijau dan teduh serta danau yang indah, Sapulidi adalah tempat yang amat pas untuk mengembalikan energi yang hilang sambil menikmati suasana damai dan tenang jauh dari kota.

Rasanya tak ada tempat lain yang lebih sempurna untuk menghabiskan liburan romantis berdua pasangan selain di sini.

Kamar-kamarnya didominasi unsur kayu, dan dinamai dengan nama-nama yang unik – Putri No’ong, Kembang Desa, Congklak, dan lain-lain – semua terinspirasi dari budaya dan cerita rakyat tradisional Sunda.

2. Menyatu dengan budaya khas setempat: Kamojang Green Hotel & Resort (Terletak di Garut, sekitar 2 jam dari Bandung)

Bak surga tersembunyi di Garut, Kamojang Green Hotel & Resort menjanjikan Anda pengalaman menginap yang tak ‘kan terlupakan.

Ada sesuatu yang sukar diungkapkan dari tempat ini – mungkin atmosfernya yang menenangkan atau udara segar di sekitarnya yang membius.

Para staf yang bekerja di Kamojang Green Hotel & Resort pun senantiasa memberikan pelayanan yang memuaskan.

Selain ramah dan perhatian, mereka juga siap untuk memenuhi apapun kebutuhan Anda.

Di sini, Anda dapat merasakan suasana khas pedesaan tradisional Tanah Pasundan, dengan berlatar pegunungan nan menawan.

Tersedia pula beragam aktivitas rekreasi yang dapat dilakukan, seperti memancing dan olahraga air.

3. Bergelantungan bak Spiderman: Tebing Gunung Hawu

Gunung ini mempunyai daya tarik sendiri dibanding gunung-gunung lain. Di sinilah mimpi Anda menjadi Spiderman bisa terwujud.

Untuk para penggemar sunrise, Tebing Gunung Hawu siap memanjakan Anda dengan pemandangan indah dari saat matahari terbit menjelang pagi. Anda bahkan bisa menyaksikan pemandangan keren ini sambil tiduran di hammock yang digantung di antara dua tebing. Sudahkah adrenalin Anda menari-nari mendengarnya?

Aktivitas hammock ini dipopulerkan oleh beberapa warga setempat untuk menarik minat para pengunjung, sekaligus untuk melindungi Gunung Hawu dari jamahan para penambang batu kapur.

Gunung ini juga memiliki sebuah lubang besar yang bisa Anda lihat di tengahnya. Inilah mengapa gunung ini diberi nama “Hawu” yang berarti “tungku (untuk memasak)” dalam bahasa Sunda.

Kalau beruntung, Anda mungkin bisa menangkap momen saat sinar matahari menyelinap lewat lubang besar tadi dan menciptakan sebuah pemandangan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

4. Memetik daun teh terbaik di perkebunan teh terindah di Bandung: Perkebunan Teh Dewata

Apakah definisi Anda akan surga tersembunyi? Apakah tempat berhawa sejuk dan bersih, dengan pemandangan hijau menenangkan sejauh mata memandang dan tak banyak wisatawan?

Perkebunan teh memang bukan sesuatu yang unik terutama di wilayah Jawa Barat. Namun Perkebunan Teh Dewata lain daripada yang lain karena lokasinya yang amat terisolasi (sinyal ponsel pun terbatas!). Sepanjang perjalanan ke sana Anda akan melihat hutan lindung, air terjun, dan bahkan kalau beruntung monyet liar yang bergelayutan di pohon!

Dikelilingi oleh cagar alam Gunung Tilu dan kawasan konservasi, Perkebunan Teh Dewata dengan keindahan alamnya ibarat sebuah harta karun dengan hamparan ‘permadani zamrud’. Jangan heran kalau mulut Anda akan berulang-ulang mengucap kata “WOW!”

Jika berkunjung pada pagi menjelang siang, Anda akan menjumpai para wanita bercaping yang menggendong keranjang sibuk memetik pucuk daun teh kualitas terbaik. Dengan bantuan pemandu, Anda juga bisa ikut belajar cara memetik teh langsung bersama mereka!

Daun-daun teh tersebut lalu dibawa ke Pabrik Teh Dewata yang sudah beroperasi sejak tahun 1932 dan merupakan produsen berbagai merk teh ternama di dunia. Salah satunya adalah Frestea, yang terkenal karena berasal dari daun teh pilihan terbaik.

Kalau biasanya jika berkunjung ke kebun teh kita hanya bisa menikmati pemandangan atau foto-foto, maka di sini kita bisa ikut memetik daun teh, melihat proses pengolahan, hingga mencicipi teh segar yang baru diseduh. Ada tiga produk unggulan mereka, yaitu teh hijau, teh hitam, dan teh Jepang.

Agenda wajib kalau ke perkebunan teh sudah pasti adalah tea walk! Berjalan-jalan keliling kebun teh indah dan berbukit-bukit seluas 350 hektar ini adalah keharusan. Kemudian, akhiri sesi tea walk ini di sebuah aliran sungai yang jernih dan sejuk, sambil mencelupkan kaki atau bahkan berenang.