Berikut Sepuluh Tempat Wiasata yang Banyak di Kunjungi Di Papua!

Keindahan alam Papua  memang masih sangat alami dan mengagumkan. Di Papua Anda dapat menikmati keindahan bawah laut yang sangat lengkap seperti di Raja Ampat, Menyaksikan Gletser tropis di Pegunungan Jaya Wijaya atau menelusuri budaya Papua di Desa Wisata Suwandarek.

Berikut 10 Tempat Wisata Paling Banyak di Kunjungi Di Papua yang banyak di datangi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menikmati keindahan alam Papua.

1. RAJA AMPAT

Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan yang berlokasi di bagian Barat Pulau Papua, Indonesia. Perairan Raja Empat merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik buat penyelaman di dunia.

Di tempat ini terdapat lebih dari 450 jenis karang keras, 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomotopod crustaceans.

Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Tenggara dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari Manta. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Pari Manta yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.

2. TAMAN NASIONAL LORENZ

Taman Nasional Lorenz adalah Taman Nasional yang terletak di Provinsi Papua, Indonesia. Taman seluas 22,4 juta ha ini merupakan Taman Nasional terbesar di Asia Tenggara yang merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1999.

Taman Nasional ini merupakan salah satu diantara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis yang membentang di puncak gunung setinggi 5.030 mdpl. Selain itu di Taman Nasional Lorenz terdapat 34 tipe vegetasi yang diantaranya hutan rawahutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar, hutan kerangas, padang rumput hingga lumut kerak.

Selain itu ditempat ini juga banyak ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan dan hewan langka. 630 jenis burung dan 123 jenis mamalia.

Taman Nasional ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi yang ditunjang dengan keanekaragaman budaya yang sangat menggagumkan yang diperkirakan telah berusia 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman dari Suku Nduga.

Anda dapat berkunjung ke Taman Nasional Lorenz ini melalui Timika ke bagian utara menggunakan penerbangan perintis dan kebagian selatan menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sawa Erma dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju beberapa lokasi yang ada di Taman Nasional Lorenz. Waktu terbaik berkunjung ke taman ini adalah sekitar bulan Agustus hingga bulan Desember setiap tahunnya.

3. DANAU SENTANI

Danau Sentani adalah sebuah danau yang terletak dibawah Lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops yang memiliki luas 245.000 ha. Danau Sentani dengan luas 9.360 ha berada pada ketinggian 75 mdpl merupakan danau terluas di Papua.
Keberadaan danau yang sangat mudah di jangkau ini sering kali mengadakan Festival Danau Sentani yang biasanya diselenggarakan pada bulan Juni setiap tahunnya. Pada festival ini Anda akan dapat berkeliling di tengah danau dengan 21 pulau kecil di dalamnya sambil menikmati tarian-tarian adat Papua di atas perahu atau menyaksikan upacara adat seperti penobatan Ondoafi dengan sajian berbagai kuliner khas Papua.
Di danau ini Anda dapat menemukan 30 spesies ikan air tawar dan empat di antaranya merupakan endemik Danau Sentani yaitu ikan gabus Danau Sentani (Oxyeleotris heterodon),ikan pelangi Sentani (Chilatherina sentaniensis), ikan pelangi merah (Glossolepis incisus) dan hiu gergaji (Pristis microdon). Danau Sentani kaya akan beragam biota laut dan sudah dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar. Danau Sentani juga dijadikan lokasi wisata untuk berenang, bersampan, menyelam, memancing, ski air serta wisata kuliner. Di antaraketiga ikan endemik danau sentani yang populasinya semakin menyusut adalah ikan gabus Danau Sentani, hal ini dikarenakan telur ikan ini dimakan oleh ikan gabus dari jenis yang lain.

4. TELUK TRITON

Teluk Triton adalah sebuah teluk yang terletak di Kabupaten Kaimana, Papua, Indonesia. Wilayah ini menjadi terkenal karena adanya surga bawah laut serta warisan budaya di dalamnya.
Teluk yang letaknya tersebunyi di dekat Kampung Lobo memiliki rentetan pulau-pulau kecil batu karang, air yang jernih serta pemandangan pantai dan bawah laut yang sangat menakjubkan. Di tambah panorama yang sangat indah di kala senja menjelang.
Kini surga yang tersebunyi di bumi Papua mulai terkenal oleh para ahli biologi laut, penyelam dan para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dengan pemandangan langit yang sangat spektakuler di saat senja, Mereka menjuluki tempat ini sebagai “The Fish Empire” atau “Kota Senja” atau “The Lost Paradise”.
Di Teluk Triton Anda dapat menemukan 937 jenis ikan laut yang beberapa diantaranya adalah spesies baru yang hanya Anda dapat temukan di Teluk Triton. Di wilayah ini Anda juga dapat menyaksikan keindahan 492 jenis terumbu karang yang berbeda dan 16 diantaranya adalah jenis baru yang tidak akan Anda temukan ditempat lainnya di dunia.

Selain Pemandangan Bawah Laut Teluk Triton bagaikan surga dunia, Di perairan ini, Anda juga dapat menemukan 27 jenis udang lobster, dan 16 jenis penyu hijau. Keindahan Karang lunak adalah salah satu daya tarik trersendiri di Teluk Triton. Di sini Anda juga akan dapat dengan mudah menemukan Hiu Paus mencari makan serta lukisan kuno dari zaman pra-sejarah di bukit-bukit sekitar Teluk Triton yang melukiskan gambar tangan dan hewan.

Kini surga yang tersembunyi ini mulai dikenal oleh para ahli biologi laut, para penyelam, dan mereka yang suka datang dan menikmati saat-saat matahari terbenam, dengan pemandangan langit yang spekatakuler. Mereka menjuluki lokasi ini sebagai “ The Fish Empire,” selain julukan “Kota Senja”, ada juga yang menyebutnya” The Lost Paradise” Para ahli-ahli itu telah berhasil mengidentifikasi 937 jenis ikan laut dan beberapa di antaranya adalah spesies baru yang hanya bisa ditemukan di Kaimana. Mereka juga telah menemukan 492 jenis terumbu karang yang berbeda dan 16 di antaranya adalah jenis baru yang tidak ditemukan ditempat lain di dunia dan semuanya dalam kondisi sehat, mereka juga menemukan 27 Jenis udang lobster, dan 16 jenis penyu hijau. Teluk Triton ini memang masih belum populer dikalangan pencinta fotografi, atau orang-orang suka perpetualang dibanding lokasi-lokasi wisata pantai dan bawah laut lainnya di Indonesia tetapi sudah cukup banyak wisatawan yang datang berkunjung ke sini, baik wisatawan asing maupun domestik. – See more at: http://mahessa83.blogspot.com/2015/03/menikmati-mentari-senja-di-teluk-triton-kaimana.html#sthash.xLkBKENY.dpuf

5. DANAU PANIAI

Danau Paniai adalah sebuah wisata danau yang terletak di Kabupaten Paniai, Papua. Danau yang memiliki pemandangan alam yang sangat indah dan terawat dengan sangat baik ini dipuji oleh 157 negara ketika berlangsungnya Konferensi Danau Se-dunia yang diselenggarakan di India pada tahun 2007 lalu.
Danau yang berada di wilayah pegunungan dengan udara yang sejuk pada ketinggian 1.700 mdpl menyimpan banyak jenis ikan air tawar dan udang endemik Papua yang sudah sangat langka.
Bagi Anda yang ingin mengunjungi Danau Paniai, dapat memulai perjalanan dari Kota Enarotali, Ibu Kota Kabupaten Paniai. Dari Kota Enarotali, tersedia dua jalur menuju kawasan Danau Paniai. Pertama, menggunakan jalur darat dengan menyewa bus jenis Mitsubishi Strada yang dapat diandalkan untuk melintasi medan jalan yang terjal dan berkelok-kelok. Kedua, mengambil jalur udara dengan menumpang pesawat AMA dan AMAF jenis Cessna yang bisa mendarat di wilayah dataran tinggi dengan karakteristik landasan dari tanah.

6. TAMAN NASIONAL TELUK CENDRAWASIH

Keanekaragaman ekosistem di kawasan Taman Nasional Laut Teluk Cenderawasih menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi. Adapun keanekaragaman fauna yang terdapat di dalam kawasan TNTC meliputi antara lain: terumbu karang sebanyak 200 jenis, ikan 209 jenis, moluska 196 jenis, reptil 5 jenis, mamalia air 3 jenis, burung (Aves) 37 jenis, dan fauna darat 183 jenis.Jenis ikan yang diketahui hingga saat ini sebanyak 209 jenis dari 65 Famili.
Molusca yang tercatat terdiri dari 196 jenis dari 3 klas dan 56 famili, dengan rincian: dari klas Gastropoda atau keong 153 jenis, bivalvia (moluska katup ganda atau kerang) 40 jenis, dan Cephalopoda 3 jenis. Diantara jenis-jenis molusca tersebut yang dilindungi antara lain: dari famili Tridacnidae, yaitu Kima Raksasa (Tridacna gigas), Kima Besar (Tridacna maxima), Kima Tapak Kuda (Hippopus hippopus), dan Kima Lubang (Tridacna coreacea); dari famili Cymatidae, yaitu Triton Trompet (Charonia tritonis); dari famili Cassidae, yaitu Kima Kepala Kambing (Cassis cornuta); dari famili Trochidae, yaitu Lola (Trochus niloticus); dan dari famili Trubinidae, yaitu Batu Laga (Turbo marmoratus).

Pada perairan TNTC juga sering dijumpai Duyung (Dugong Dugon), Lumba-lumba leher botol (Delphinus delphinus), ketam kelapa (Birgus latro), ikan kakatua besar (bumphead parrotfish;Bolbomethopon nuricatum), pari rajawali totol (Aetobatus narinari), pari manta (Manta birostris), hiu reef whitetip (Triaenodon obesus), hiu blacktip (Charcarinus melanopterus), paus biru (Balaenoptera musculus), dan buaya muara (Crocodylus porosus).

Adapun jenis-jenis penyu yang sering dijumpai, antara lain: Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Hijau (Chelonia mydas), Penyu Sisik Semu/Lekang (Lephidochelys olivaceae), dan Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea).

7. LEMBAH BALIEM

Lembah Baliem merupakan lembah di pegunungan Jayawijaya. Lembah Baliem berada di ketinggian 1600 meter dari permukaan laut yang dikelilingi pegunungan dengan pemandangannya yang indah dan masih alami. Suhu bisa mencapai 10-15 derajat celcius pada waktu malam.

Lembah ini dikenal juga sebagai grand baliem valley merupakan tempat tinggal suku Dani yang terletak di Desa Wosilimo, 27 km dari Wamena, Papua. Selain Suku Dani beberapa suku lainnya hidup bertetangga di lembah ini yakni Suku Yali dan suku Lani.
Lembah adalah sekitar 80 km panjang sebesar 20 km dengan lebar dan terletak di ketinggian sekitar 1,600-1,700 m, dengan populasi sekitar 100.000 jiwa.

Festival Lembah Baliem awalnya merupakan acara perang antarsuku Dani, Lani, dan Suku Yali sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan. Sebuah festival yang menjadi ajang adu kekuatan antarsuku dan telah berlangsung turun temurun namun tentunya aman untuk Anda nikmati.
Festival Lembah Baliem berlangsung selama tiga hari dan diselenggarakan setiap bulan Agustus bertepatan dengan bulan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Awalnya pertama kali digelar tahun 1989. Yang istimewa bahwa festival ini dimulai dengan skenario pemicu perang.
Untuk mencapai lembah yang eksotik ini Anda harus mencapai Jayapura terlebih dahulu. Dan untuk mencapai Wamena, ada banyak sekali pilihan penerbangan, seperti Trigana, MAF, AMA, Yajasi, Manunggal Air, atau pesawat Hercules.

Tapi jangan kaget bila di Wamena harga barang masih begitu tinggi, Untuk makan di warung kelas warteg, Anda bisa menghabiskan sekitar Rp 25.000 atau sekitar dua kali lebih mahal daripada Jakarta. Semua harga di Wamena lebih tinggi daripada di tempat lain karena semua barang datang melalui udara. Wamena belum punya hubungan darat dengan tempat lain, termasuk ibu kota Papua, Jayapura.

8. PANTAI BOSNIK

Pantai Bosnik adalah pantai yang sangat indah dan menawan yang terletak di Desa Woniki, Biak Timur, Papua, Indonesia. Di pantai ini Anda juga dapat menikmati pemandangan bawah lautnya yang masih sangat alami dengan terumbu karang dari berbagai jenis. Di pantai dengan pasir putihnya yang sangat lembut dan berkilau Anda dapat berjemur dengan rasa nyaman sambil di iringi semilir angin pantai.

9. PULAU RUMBERPON

Pulau Rumberpon adalah pulau yang sangat indah dan menawan yang terletak di sebelah utara Kabupaten Teluk Wondama dan berbatasan dengan Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Pulau Rumberpon memiliki garis pantai yang sangat indah dengan pasir putihnya yang bersih dan berkilau. Di pantai ini Anda dapat melakukan aktivitas pantai dengan rasa nyaman seperti berenang, snoorkeling, scuba diving, berselancar, jet sky hingga memancing.

Bukan hanya itu, perairan di pulau ini sangat jernih dan di sekitar pulau dikelilingi oleh terumbu karang dengan profil dasar laut yang landai sepanjang 100 meter.

10. DESA WISATA SUWANDAREK

Desa Suwandarek adalah sebuah Desa Wisata yang berada di bagian barat Pulau Waisal, Kabupatan Raja Ampat, Papua Barat. Di desa ini Anda dapat menyaksikan rumah-rumah beratap daun jerami. Bukan itu saja di desa ini juga terdapat sebuah danau berair asin yang dikenal dengan nama Danau Yenauwyau dan karang yang sangat indah yang letaknya ada dibagian belakang desa.

Selain memiliki panorama desa yang sangat indah, Tempat ini juga banyak menjajakan cindera mata khas Papua seperti tas atau topi yang dibuat sendiri oleh penduduk desa. Cindera-cindera mata di desa ini menggunakan bahan-bahan alami yang ada di sekitar desa seperti daun pandan laut.

Untuk dapat mencapai tempat ini Anda bisa menggunakan jalur udara atau darat ke kota Sorong. Dari Sorong, Anda bisa menggunakan jalur laut dengan menggunakan kapal motor atau speed boat dengan lama perjalanan sekitar 2 jam ke Desa Suwandarek.

Nah itulah 10 Tempat Wisata Paling Banyak di Kunjungi Di Papua  sebagai referensi untuk liburan Anda ke Pulau Papua, Indonesia yang sangat sayang untuk Anda lewatkan.

Berlibur ke Bandung? Jangan Lupa Berkunjung ke Tempat ini.

1. Tidur di antara pepohonan dan danau: Sapulidi Sawah Cafe, Resort & Gallery

Dikelilingi oleh lereng yang hijau dan teduh serta danau yang indah, Sapulidi adalah tempat yang amat pas untuk mengembalikan energi yang hilang sambil menikmati suasana damai dan tenang jauh dari kota.

Rasanya tak ada tempat lain yang lebih sempurna untuk menghabiskan liburan romantis berdua pasangan selain di sini.

Kamar-kamarnya didominasi unsur kayu, dan dinamai dengan nama-nama yang unik – Putri No’ong, Kembang Desa, Congklak, dan lain-lain – semua terinspirasi dari budaya dan cerita rakyat tradisional Sunda.

2. Menyatu dengan budaya khas setempat: Kamojang Green Hotel & Resort (Terletak di Garut, sekitar 2 jam dari Bandung)

Bak surga tersembunyi di Garut, Kamojang Green Hotel & Resort menjanjikan Anda pengalaman menginap yang tak ‘kan terlupakan.

Ada sesuatu yang sukar diungkapkan dari tempat ini – mungkin atmosfernya yang menenangkan atau udara segar di sekitarnya yang membius.

Para staf yang bekerja di Kamojang Green Hotel & Resort pun senantiasa memberikan pelayanan yang memuaskan.

Selain ramah dan perhatian, mereka juga siap untuk memenuhi apapun kebutuhan Anda.

Di sini, Anda dapat merasakan suasana khas pedesaan tradisional Tanah Pasundan, dengan berlatar pegunungan nan menawan.

Tersedia pula beragam aktivitas rekreasi yang dapat dilakukan, seperti memancing dan olahraga air.

3. Bergelantungan bak Spiderman: Tebing Gunung Hawu

Gunung ini mempunyai daya tarik sendiri dibanding gunung-gunung lain. Di sinilah mimpi Anda menjadi Spiderman bisa terwujud.

Untuk para penggemar sunrise, Tebing Gunung Hawu siap memanjakan Anda dengan pemandangan indah dari saat matahari terbit menjelang pagi. Anda bahkan bisa menyaksikan pemandangan keren ini sambil tiduran di hammock yang digantung di antara dua tebing. Sudahkah adrenalin Anda menari-nari mendengarnya?

Aktivitas hammock ini dipopulerkan oleh beberapa warga setempat untuk menarik minat para pengunjung, sekaligus untuk melindungi Gunung Hawu dari jamahan para penambang batu kapur.

Gunung ini juga memiliki sebuah lubang besar yang bisa Anda lihat di tengahnya. Inilah mengapa gunung ini diberi nama “Hawu” yang berarti “tungku (untuk memasak)” dalam bahasa Sunda.

Kalau beruntung, Anda mungkin bisa menangkap momen saat sinar matahari menyelinap lewat lubang besar tadi dan menciptakan sebuah pemandangan yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

4. Memetik daun teh terbaik di perkebunan teh terindah di Bandung: Perkebunan Teh Dewata

Apakah definisi Anda akan surga tersembunyi? Apakah tempat berhawa sejuk dan bersih, dengan pemandangan hijau menenangkan sejauh mata memandang dan tak banyak wisatawan?

Perkebunan teh memang bukan sesuatu yang unik terutama di wilayah Jawa Barat. Namun Perkebunan Teh Dewata lain daripada yang lain karena lokasinya yang amat terisolasi (sinyal ponsel pun terbatas!). Sepanjang perjalanan ke sana Anda akan melihat hutan lindung, air terjun, dan bahkan kalau beruntung monyet liar yang bergelayutan di pohon!

Dikelilingi oleh cagar alam Gunung Tilu dan kawasan konservasi, Perkebunan Teh Dewata dengan keindahan alamnya ibarat sebuah harta karun dengan hamparan ‘permadani zamrud’. Jangan heran kalau mulut Anda akan berulang-ulang mengucap kata “WOW!”

Jika berkunjung pada pagi menjelang siang, Anda akan menjumpai para wanita bercaping yang menggendong keranjang sibuk memetik pucuk daun teh kualitas terbaik. Dengan bantuan pemandu, Anda juga bisa ikut belajar cara memetik teh langsung bersama mereka!

Daun-daun teh tersebut lalu dibawa ke Pabrik Teh Dewata yang sudah beroperasi sejak tahun 1932 dan merupakan produsen berbagai merk teh ternama di dunia. Salah satunya adalah Frestea, yang terkenal karena berasal dari daun teh pilihan terbaik.

Kalau biasanya jika berkunjung ke kebun teh kita hanya bisa menikmati pemandangan atau foto-foto, maka di sini kita bisa ikut memetik daun teh, melihat proses pengolahan, hingga mencicipi teh segar yang baru diseduh. Ada tiga produk unggulan mereka, yaitu teh hijau, teh hitam, dan teh Jepang.

Agenda wajib kalau ke perkebunan teh sudah pasti adalah tea walk! Berjalan-jalan keliling kebun teh indah dan berbukit-bukit seluas 350 hektar ini adalah keharusan. Kemudian, akhiri sesi tea walk ini di sebuah aliran sungai yang jernih dan sejuk, sambil mencelupkan kaki atau bahkan berenang.

Liburan Ke Malang? Jangan Lupa Berkunjung dengan Pasanganmu Ke Tempat ini.

Mau ke Malang bersama orang tersayang? Kunjungi 7 tempat romantis berikut ini!

1. Komplek Wisata Paralayang, Gunung Banyak

Anda mungkin akan menolak permainan paralayang karena takut akan ketinggian. Namun, bagaimana jika Anda berada di atas sana dengan pasangan, sambil melihat pemandangan kota dan alam yang masih asri sekali? Bisa jadi, jantung Anda akan berdetak kencang bukan karena takut, tapi deg-degan karena sedang kasmaran. Mau mencobanya? Datangi saja salah satu penyedia jasa paralayang yang terpusat di Komplek Wisata Paralayang di Gunung Banyak, Batu.

2. Omah Kayu

Pengalaman yang juga tidak akan kalah romantis adalah melihat pemandangan alam yang menyejukkan dari atas rumah pohon. Anda bisa merasakannya di Omah Kayu. Penginapan berkonsep rumah pohon ini bisa dinikmati dengan harga mulai dari Rp 250.000 saja per malamnya. Namun jika Anda tidak mau menginap, Anda tetap bisa mendatangi tempat ini sebagai pengunjung dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 saja.

3. Batu Night Spectacular (BNS)

Batu Night Spectacular atau BNS wajib Anda kunjungi jika liburan ke Malang. Hanya buka pada malam hari, BNS menyediakan berbagai wahana yang beragam, seperti sepeda terbang, merry-go-round, go-kart, rumah hantu, dan taman lampion yang romantis sekali, cocok untuk pasangan. Tiket masuknya pun murah, hanya Rp 20.000 untuk hari biasa dan Rp 25.000 untuk akhir pekan, ditambah dengan biaya sebesar Rp 10.000-Rp 15.000 per wahana jika Anda ingin menaikinya. Sedikit tips, jangan lupa bawa jaket, karena udaranya cukup dingin ketika malam tiba.

4. Taman Bunga Selecta

Walau dinamakan Taman Bunga, Selecta memiliki lebih dari sekadar taman bunga. Tempat rekreasi ini juga menyediakan pemandian air panas, fasilitas outbond, arena kuda, permainan sepeda air, dan banyak lagi. Di sini, Anda dan pasangan bisa melakukan berbagai kegiatan yang nampak sederhana, tapi sebetulnya romantis dan manis. Anda hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 25.000, plus tambahan biaya untuk wahana lain yang ingin Anda coba dan berkisar dari Rp 5.000-Rp 20.000.

5. Coban Rondo

Malang memiliki banyak sekali air terjun; orang lokal menyebutnya sebagai “coban”. Salah satu air terjun yang paling terkenal adalah Coban Rondo. Mengapa? Karena katanya, Coban Rondo menyimpan kisah cinta antara Dewi Anjarwati dan suaminya, Raden Baron Kusuma, yang tewas dalam pertempuran dengan Joko Lelono ketika memperebutkan sang istri. Ajak pasangan ke Desa Pandansari, Kecamatan Pujon, sekitar 12 km dari Kota Batu, dan Anda akan menemukan air terjun cantik penuh sejarah ini.

6. Alun-Alun Kota Batu

Kalau alun-alun di kota-kota kebanyakan hanya berisi lapangan luas atau taman, maka alun-alun di kota Batu menyediakan wisata gratis! Anda bisa naik bianglala dan anak-anak bisa bermain di playground yang tersedia di sana. Asyiknya, Anda tidak akan dipungut biaya sepeser pun untuk main di area alun-alun, kecuali jika Anda ingin menaiki bianglalanya. Mau bersantai saja sambil mengobrol dengan pasangan? Ada air mancur cantik yang bisa menjadi latar belakang perbincangan Anda.

7. Museum Angkut

Tidak terlalu suka museum? Coba pergi ke Museum Angkut dulu! Terletak di kota Batu, di sini ada banyak sekali koleksi mobil tua yang otentik dari berbagai benua! Bukan cuma mobil, Anda pun bisa menemukan kendaraan kuno seperti kereta kuda. Selain itu, Anda bisa melihat mobil yang pernah digunakan oleh Presiden Soekarno. Untuk masuk, Anda hanya akan dikenakan tiket sebesar Rp 50.000 untuk hari biasa dan Rp 75.000 untuk akhir pekan. Sedikit mahal memang, tapi Anda dan pasangan bisa puas berfoto-foto dengan latar klasik dan mobil-mobil antik. Hasil fotonya pun pasti akan terlihat cantik.